Selasa, 12 Februari 2013

Lima Pertanyaan untuk Trader Ketika Terjadi DrawDown



Drawdown bukanlah statement tentang diri kita atau trading kita, drawdown hanyalah bagian dari permainan. Drawdown merupakan bagian dari usaha untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan.
Jika kita menginginkan target keuntungan 50% setahun, maka ada kesempatan kita akan mengalami drawdown 20% sebelum kita mencapainya. Jika kita menginginkan keuntungan tahunan 20% maka kita mungkin harus berurusan dengan 10% drowdown.

Drawdown tidak sepatutnya mengubah trading kita terhadap model expektasi positif. Kita harus tetap bertrading dan mendapatkan sisi lain drowdown untuk profitabilitas.
Konsistensi adalah kunci dalam dunia trading. Tetaplah percayaan diri, dan tetap bertrading.
  
Lima Pertanyaan diri, disaat trader mengalami drawdown …
1. Apakah Anda mengawasi terlalu banyak hal pada satu waktu? Trading saya yang terbaik adalah selalu dengan daftar pengawasan yang pendek,  semakin panjang watchlist saya – semakin buruk trading saya. Adalah lebih baik untuk menjadi ahli dalam beberapa trading pair, daripada menjadi amatir dalam banyak trading pair.

2. Apakahgayatrading anda melayang ?
Apakah Anda perlahan-lahan menjadi Day trader ketika Anda sebenarnya seorang swing trader?
Bertradinglah apa yang Anda bisa, jangan biarkan market mengubah Anda.

3. ApakahgayaAnda tidak bekerja? Seorang Trend Follower disaat range market tidak akan membuat uang hingga kemudian trend berlanjut.
Jangan mengubah metode Anda, Tunggu dan bersabar.

4. Adakah suara eksternal yang mempengaruhi trading Anda? Trading saya terbaik didasarkan pada price action. Mungkin sudah saatnya untuk mematikan Media CNBC atau media sosial selama jam trading. Hal ini tidak sulit bagi trader diskresioner yang akan dipengaruhi oleh chatter lain.
Kita harus bertrading sesuai trading plan kita sendiri.

5. Apakah Anda mengalami bias? Tidak ada yang lebih merusak profitabilitas trader selain daripada menjadi bias, dan tidak membiarkan price action bekerja.
Kita harus tetap terbuka terhadap apa pun yang terjadi pada time frame kita dan bertindak sesuai perubahannya. Dimana kita seharusnya selalu memiliki level harga (price) yang memicu tindakan (action), dan bukannya memiliki keyakinan apa yang kita pikir akan terjadi.
                                  

Sumber :  newtraderu.com

1 komentar:

  1. Saya sependapat gan, sekaliber trader yang sudah profesionalpun pasti ada dropdown namun yang penting apakah trader tersebut bisa menjaga dropdownnya dengan optimal sehingga besarannya tidak menghabiskan modal dalam satuan persen. sekarang saya mempunyai target dropdown 25% dalam trading yang saya lakukan di octafx selama satu bulan sehingga sekarang saya dituntut untuk bisa melakukan trading dengan lebih mengutamakan kesabaran dan ketelitian

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...